07 July 2022

Pep Guardiola Bisa Berkarir di Italia


Kontrak Pep Guardiola sebagai manajer Manchester City segera habis. CEO City Ferran Soriano mengatakan, Guardiola bisa saja akan melanjutkan karier ke Italia.

Pernyataan tersebut diungkapkan Soriano dalam konferensi pers setelah pemilik sebagian besar saham the Citizens membeli Palermo di awal pekan ini. Kabarnya, klub Serie B itu diakuisisi hanya seharga sekitar 13 juta euro (Rp 203,3 miliar).

Sementara itu Guardiola tinggal memiliki sisa kontrak hingga musim panas tahun depan di Etihad. Manajer asal Spanyol itu baru akan memutuskan masa depannya usai menuntaskan kontraknya.

Guardiola sendiri sudah mencicipi kerasnya tiga dari lima liga teratas di Eropa. Memulai bersama Barcelona di Spanyol, Guardiola kemudian menjajal Bundesliga saat melatih Bayern Munich selama tiga tahun, sebelum menjadi manajer Man City sejak 2016.

Peluang Pep Guardiola melatih di Serie A, mungkin saja terwujud. Apalagi, sepakbola Italia tidak asing bagi Guardiola karena pernah merumput bersama Brescia ketika masih aktif bermain.

"Dia pernah bertanya apakah di Palermo cuacanya cerah. Mungkin dia akan bekerja di sana pada suatu hari nanti," ucap Soriano dikutip Calciomercato.

"Dia tahu segalanya yang kami lakukan dan dia tahu betul tentang sepakbola Italia. Seperti yang lainnya, dia sangat bersemangat dengan kesepakatan ini."

Meski demikian, Pep Guardiola mesti mengarungi musim 2022/2023 dulu. Lagipula Guardiola masih harus menuntaskan rasa penasaran dengan membawa Manchester City menjuarai Liga Champions.


Kutipan dari Detik

14 May 2022

WEST HAM VS MANCHESTER CITY

Sorotan Liga Inggris pekan ke-37 akan tertuju pada calon juara Manchester City yang akan bertanding di kandang West Ham United, Minggu (15/5/2021) pukul 20.00 WIB.

Duel West Ham United vs Mancity ini akan menjadi penentu The Citizen mempertahankan gelar juara Liga Inggris, dari serobotan Liverpool.

Dengan sama-sama menyisakan dua pertandingan, Mancity masih memimpin dengan jarak tiga poin, 89 banding 86 poin Liverpool.

Liverpool baru akan memainkan laga ke-37 di kandang Southampton, Selasa waktu setempat atau Rabu (18/5/2022) dini hari waktu Indonesia.

Sayangnya, Match West Ham vs Manchester City ini akan tayang pada pukul 20.00WIB, dan dipastikan akan ditayangkan melalui MOLA TV saja.

Namun Pantau Manchester City Indonesia mencoba memberikan link streaming untuk kawan-kawan yang hanya berbekal kuota dan tidak berlangganan MOLA TV.

Dan HERE WE GO  === >>> WEST HAM VS MANCITY

Sekian, Terimakasih



08 March 2021

Kalah Dalam Derby Selalu Tidak Menyenangkan

Meski kecewa, akan tetapi De Bruyne tetap tak mau berlarut-larut dalam kesedihan karena masih ada sisi positif yang bisa diambil timnya untuk ke depannya.

"Kalah dalam laga derby memang tidak menyenangkan tapi terkadang itu terjadi. Kami harus beranjak - Rabu adalah pertandingan baru," tutur De Bruyne.

"Kadang-kadang harus kalah dalam pertandingan dan mengalami masa-masa buruk. Bahkan dalam kemenangan kami sempat bermain buruk tetapi lalu kami mengatasinya, kami tidak melakukannya hari ini. Kadang-kadang itu bisa menjadi positif." tandasnya.

18 September 2019

Nicolas Otamendi Tidak Pantas Bela Manchester City


Setelah ditinggal Kompany, Mangala dan tidak mendapat pengganti, Man City juga mendapat kabar buru dari cedera Laporte. Dan, kini Man City hanya punya dua pemain tersisa di lini belakang.

Dua pemain yang tersisa yakni John Stones dan Nicolas Otamendi. Dan, bagi Jamie Carragher, salah satu pemain tersebut tidak layak untuk berada di skuat Man City.

"Otamendi sering terjatuh, dia telah melakukan itu sepanjang karirnya," kata Carragher tentang Otamendi ketika berbicara pada Monday Night Football di Sky Sports.

"Otamendi tak akan pernah berubah dan itu sebabnya dia tidak cukup bagus untuk bermain untuk Manchester City. Saya sudah tidak percaya sejak hari pertama dan saya merasa tidak ada hal yang berubah dari padangan saya itu dalam empat atau lima tahun terakhir."

Sementara, untuk John Stones, Carragher masih punya harapan yang besar. Pemain berusia 25 tahun itu hanya belum mampu tampil konsisten. Namun, hal seperti itu tidak akan dimaklumi oleh Man City terus-terusan. Man City akan menuntut lebih pada Stones.

"Jika itu tidak berjalan baik baginya, Man City akan membeli seseorang," kata Carragher. (kutipan bola.net via Monday Night Football di Sky Sports)

02 July 2017

Peran Besar Group Tiongkok Di Manchester City

Sheikh Mansour adalah sosok yang mengubah wajah Manchester City menjadi tetangga berisik bagi Manchester United.

Ya, semenjak kedatangannya, City begitu aktif di bursa transfer dan kini ditakuti di Inggris.

Akan tetapi, sebenarnya ada pemerintah Tiongkok yang berinvestasi di dalamnya.

Grup CITIC telah investasikan uang sebesar 265 juta pounds ke dalam skuat.

Mansour yang merupakan wakil perdana menteri UEA jadi sosok yang dimunculkan. Tapi, sebenarnya yang memiliki pengaruh besar adalah pemerintah Tiongkok.

21 June 2017

Arsenal Takut Klub Rival Sukses Setelah Jual Alexis Sanchez

Penyerang Arsenal Alexis Sanchez telah memiliki kesepakatan pribadi untuk bergabung dengan Manchester City pada musim depan. Tetapi, kerja sama kedua klub, City dengan Arsenal tidak akan mudah terjalin.

City masih memiliki kendala dengan Arsenal yang tidak akan melepas pemain andalannya ke sesama pesaing di Liga Inggris. Klub asal London itu tampaknya telah belajar dari pengalaman musim-musim sebelumnya yang menjual pemain utama mereka justru membuat sukses rivalnya.

Adanya kesepakatan itu dilaporkan jurnalis asal Spanyol, Gerard Romero. Wartawan tersebut sangat dihormati dan memiliki rekam jejak bagus dalam setiap kesepakatan The Citizens beberapa waktu terakhir.

Seakan tak mau kecolongan, Direktur Sepak BolaCity, Txiki Begiristain telah meminta jaminan dari petinggi Arsenal soal Alexis. Yakni jika tidak ingin menjual Sanchez ke klub Liga Inggris, maka sang pemain harus dijual ke luar negeri.

Sayangnya, Sanchez tidak begitu tertarik untuk pindah ke Bayern Munchen. Sanchez bahkan diduga sengaja menentukan harga jual dan menuntut gaji yang tinggi di Munchen sebagai rekayasa agar pindah ke City demi bergabung dengan Josep Guardiola.

Transfer Sanchez ini menurut Romero bisa menjadi saga panjang tanpa hasil yang jelas. Meskipun petinggi City akan melakukan segala cara agar kesepakatan bisa terjadi. 

Tetapi, di sisi lain, City sudah menyiapkan striker Borussia Dortmund, Pierre Emerick Aubameyang sebagai alternatif jika Sanchez benar-benar gagal direkrut.

15 June 2016

Enggan Pulang Ke Barcelona, Nolito Pilih Manchester City

Penyerang Celta Vigo,Nolito menjadi bidikan tim raksasa Spanyol Barcelona pada musim 2016-2017.

Namun mimpi Blaugrana itu tampaknya harus sirna setelah sang pemain memilih bergabung keManchester City.

Hal ini tidak lepas dari peran pelatih anyar Manchester City, Pep Guardiola yang merayunya untuk menyukseskan program pada musim debutan.

Menurut Talksport, pemain 29 tahun sudah sepakat dengan manajemen The Citizens tinggal menunggu waktu pelaksanaan penandatanganan kontrak usai ajang Piala Eropa 2016.

Nolito menjadi target utama Barcelona sebagai pemain pelapis trio MSN (Lionel Messi, Luis Suarez, dan Neymar).

Terlebih Nolito pernah bermain untuk El Barca pada musim 2010-2011, tapi sayangnya dia hanya tampil sebanyak dua kali di Camp Nou.

13 June 2016

Jerome Boateng Sesali Kepindahan Pep Ke Manchester City

Jerome Boateng pernah menjadi bagian dari Manchester City sebelum kembali ke Jerman dan bergabung dengan Bayern Muenchen.

Biarpun cuma satu musim (2010/11), tapi itu musim yang membekas cukup dalam bagi pemain bek Timnas Jerman itu.

Selama satu musim bersama Citizens, Boateng cuma tampil dalam 16 laga. Dia kalah bersaing dengan Vincent Kompany dan Joleon Lescott.

Tapi bukan cuma itu yang bikin Boateng tak betah di Manchester, dan memutuskan pulang ke Jerman.

Dan, pengalaman itulah yang coba dibagikannya kepada Pep Guardiola, Pelatih Bayern, yang musim depan menggantikan Manuel Pellegrini sebagai pelatih skuad Sky Blues.

"Di Manchester City di mana saya bermain pada musim 2010/111, merupakan dunia yang berbeda dibandingkan dengan Bayern. Itu klub yang punya banyak uang, tapi tidak sebaik organisasi di Bayern, strukturnya tak sebaik di sini di semua area. Selain itu, di Manchester City tidak begitu informal seperti di sini (Bayern)," ujar Boateng dalam wawancara dengan majalah Kicker.

"Kami semua sedikit kecewa ketika dia (Guardiola) menyatakan pergi ke City. Saya tidak tahu apa alasan dari keputusan itu. Kami tak pernah membahasnya. Mungkin Liga Inggris menantang baginya, karena sulitnya satu tim jadi juara di sana.

27 May 2016

Pep Guardiola Butuh Delapan Pemain Baru

Pep Guardiola mengatakan pada para petinggi Manchester City bahwa dia membutuhkan delapan pemain inti baru. Mantan pelatih Barcelona dan Bayern Munich itu, meminta klub melakukan perombakan besar pada tim yang hanya finis di posisi empat musim ini.

Dikutip dari Mirror, Jumat 27 Mei 2016, Guardiola membutuhkan setidaknya £200 juta, untuk kembali menjadikan Manchester City sebagai tim yang kuat. Walau dengan kekayaan pemilik klub, Manchester City sadar butuh dua bursa transfer, untuk membangun skuat seperti keinginan Guardiola.

Sebagian besar dari pemain yang dimintanya, disebut bernilai lebih dari £25 juta. Hanya tiga pemain dalam skuat saat ini, yang dilihat sebagai pemain ideal oleh Guardiola, yaitu Sergio Aguero, Kevin De Bruyne, dan Fernandinho.

Manchester City sudah mulai mengimplementasikan banyak dari tuntutan Guardiola. Mereka tahu musim panas ini bakal jadi masa yang sibuk di bursa transfer pemain. Petinggi klub yakin, pemain yang mereka miliki sekarang belum memberikan semua potensi yang mereka miliki.

Tapi, Guardiola sudah menganggap sebagian besar tidak cukup bagus, untuk klub yang ingin mendominasi Premier League dan Eropa. Satu pemain yang diharapkan menjadi transfer pertama Guardiola, adalah Ilkay Guendogan dari Borussia Dortmund pekan depan, dengan harga £20 juta.

ManCity juga sedang menyelesaikan negosiasi dengan bek Athletic Bilbao Aymeric Laporter, juga penyerang sayap Schalke Leroy Sane. Guardiola diklaim juga tidak puas dengan Joe Hart, walau kiper internasional Inggris, itu dianggap sebagai salah satu kiper kelas dunia.

Masa depan pemain yang dibeli mahal ManCity musim panas lalu, Raheem Sterling, juga tidak jelas di Etihad. Sterling disebut menderita krisis kepercayaan diri. Gaya permainan dua sentuhan yang dituntut Manuel Pellegrini, juga disukai Guardiola, tidak cocok dengan kekuatan naturalnya.

Mantan penyerang sayap Liverpool itu lebih mengandalkan kecepatan lari dan olah bola untuk melewati bek lawan, yang tidak cocok dengan gaya permainan Manchester City. Dibeli dengan banderol £49 juta, dia tidak banyak diturunkan musim ini.

Pep Akan Jadikan Manchester City Seperti Barcelona

Josep "Pep" Guardiola diyakini akan membuat Manchester City mereplika permainan Barcelona, meskipun The Citizens tak memiliki Lionel Messi.

Guardiola akan mulai membesut City pada 1 Juli 2016, setelah masa jabatannya di Bayern Muenchen berakhir. Selama di Bayern, dia sukses meraih tiga gelar Bundesliga dan dua gelar DFB Pokal.

Keputusan merekrut Pep tidak terlepas dari keinginan pemilik agar The Citizens bisa meraih gelar Liga Champions untuk pertama kalinya.

Sebagai pelatih, Pep terbilang berpengalaman di Liga Champions. Hal tersebut tidak terlepas dari pencapaian pelatih asal Spanyol tersebut memberikan 2 trofi Si Kuping Besar bagi El Barca.

Namun, Carlo Ancelotti yang merupakan suksesor Pep di Bayern memandang bahwa Guardiola tidak hanya membawa lebih daripada trofi. Ancelotti menilai Pep akan mengembangkan permainan tiki-taka di City, sama halnya dengan yang dilakukannya di Barca dan Bayern.

"Setiap manajer membawa gaya permainan dan metodeloginya. Guardiola akan melakukan hal yang sama. Saat Guardiola meninggalkan Barcelona, orang-orang berkata, 'ah dia tidak bisa menerapkan gaya permainan yang sama di Bayern Muenchen karena dia tidak memiliki Messi'," kata Ancelotti.

"Namun pada akhirnya, Bayern menerapkan gaya permainan yang sama di Barcelona. Pemain berbeda tetapi gaya permainannya sama. Hal yang sama bakal berlaku di Manchester City. Mereka akan menguasai bola dan mengontrol pertandingan. Untuk hal ini, Guardiola adalah pelatih yang fantastis karena dia mampu membangun identitas tim dengan sangat kuat," ucap pelatih asal Italia tersebut.

Kemampuan Pep membangun identitas tim menjadi alasan utama City merekrutnya.

"Dia bisa membangun identitas baru, gaya baru, dan kultur baru. Pada akhirnya, Manchester City adalah tim yang dihuni pemain muda. Bukan sebuah tim dengan tradisi seperti Manchester United atau Arsenal," ujarnya. 

23 December 2015

Wilfried Bony Kecewa Tidak Diturunkan Sejak Menit Awal Melawan Arsenal

Wilfried Bony dalam suatu Sesi photo Manchester City

Bony merasa, bila dimainkan sejak awal, mungkin hasil laga antara Arsenal dan Manchester City bisa lain.

Wilfried Bony mengungkapkan kekecewaannya karena tak menjadi starter saat Manchester City dijamu Arsenal di Emirates Stadium awal minggu ini.

Bony hanya diposisikan sebagai striker pengganti dengan Manuel Pellegrini lebih memilih Sergio Aguero di lini depan. Terlepas dari siapa yang bermain, Manchester city kalah 2-1 di laga itu.

Bony pun mengungkapkan kekecewaannya, meski tetap menghormati keputusan pelatih.

"Aguero kembali dari cedera. Padahal ia tak bermain untuk beberapa minggu," kata Bony,

"Saya kecewa saya tak memulai laga, tapi saya bukan pelatih. Pelatih menentukan apa yang menurutnya terbaik buat tim," tandasnya.

"Kami tak bermain bagus, dan saya pikir mereka pantas menang. Saya pikir kami akan menemukan kembali jalan kami di laga berikutnya jadi kami hanya harus fokus soal laga selanjutnya." #MCFC

25 November 2015

Hart & Pellegrini Beda Pendapat Soal Lawan Juventus


Manchester City akan bertandang ke markas Juventus, Juventus Stadium, demi melakoni matchday 5 Liga Champions, Rabu 25 November 2015 atau Kamis dini hari nanti. Jelang laga tersebut, ternyata ada ketidaksepahaman di dalam skuad ManCity soal target yang dipasang.

Kiper Manchester City, Joe Hart, sebelumnya menyatakan hasil imbang menjadi target yang realistis saat bertandang ke Turin. Menurut Hart, dengan hasil tersebut, Manchester City masih bisa lolos dengan menyandang status juara grup jika mampu mengalahkan Borussia Moenchengladbach di partai pamungkas.

Hal ini ternyata tak disetujui oleh manajer Manuel Pellegrini. Kemenangan, bagi Pellegrini, menjadi target utama Manchester City saat menghadapi Juventus.

Pellegrini memiliki alasan kuat kenapa Manchester City harus menang saat melawan Juventus. Raihan 3 poin, dianggap manajer asal Chile ini, bisa menjadi ultimatum bagi rival Manchester City di fase gugur nanti.

"Laga melawan Juventus seperti ujian. Jadi, penting bagi kami menang demi bisa menaikkan level kami, satu tingkat lebih baik. Bukan berarti kami cuma raih hasil imbang, tapi kemenangan menjadi penting bagi tim kami untuk berkembang," kata Pellegrini seperti dilansir Daily Mail.

Target yang cukup tinggi bagi Manchester City, mengingat saat ini mereka tengah dilanda badai cedera yang cukup parah. Dua playmaker, David Silva dan Samir Nasri, dipastikan tak bisa bermain.

Kemudian, Vincent Kompany serta Pablo Zabaleta juga tak bisa diturunkan karena cedera. Stok pemain belakang mereka semakin tipis menyusul cederanya Eliaquim Mangala.

"Memang situasi yang sulit. Namun, kami akan mencoba finis di posisi puncak. Jadi, kami bakal berusaha memenangkan pertandingan melawan Juventus," tutur Pellegrini.