17 February 2012
Tes Sulit Duo Manchester
AMSTERDAM, FAJAR -- Menilik sejarah dan reputasi di Premier League Inggris, Manchester United dan Manchester City harusnya ada di kasta tertinggi Eropa, Liga Champions. Sayang dua tim sekota tersebut harus rela terdegradasi.
Fans United dan City kini harus membiasakan diri dengan ajang bernama Europa League. Sebagai catatan, United tidak pernah absen di fase knock out Liga Champions sejak 1995. Sementara City memang baru kembali lagi ke ajang tersebut musim ini.
Setan Merah, sebutan United, akan memulai debut Europa League dengan menghadapi raksasa Belanda, Ajax Amsterdam di babak 32 Besar. Leg pertama digelar di kandang Ajax, Amsterdam Arena, dini hari nanti Wita.
Kendati labelnya Europa League, bentrok kedua tim tetap beraroma laga kelas satu Eropa. Seperti halnya United, Ajax juga memulai musim ini di Liga Champions. Ajax bahkan memiliki satu titel Liga Champions lebih banyak (empat titel) dibandingkan United.
“Kami dan Ajax sama-sama memiliki sejarah hebat di kejuaraan antarklub Eropa sehingga pertemuan kedua tim bakal menarik,” kata striker United, Javier “Chicharito” Hernandez kepada Sky Sports.
Chicharito menambahkan apabila berlaga di ajang selain Liga Champions di Eropa memang terasa aneh bagi Setan Merah. Tapi, justru alasan itulah yang akan memotivasi United ingin meraih prestasi. “Tidak masalah di ajang manapun, kami ingin memenanginya,” tegas striker internasional Meksiko tersebut.
Berlaga di Europa League sekaligus memberi kesempatan tampil bagi Chicharito. Di musim ini, Chicharito jarang bermain karena pelatih United Sir Alex Ferguson lebih sering memilih Danny Welbeck sebagai tandem striker utama Wayne Rooney.
Tapi, Chicharito menerimanya dengan besar hati dan konsekuensi dari persaingan kompetitif yang selalu terjadi di klub besar. Dia sadar apabila performanya musim ini memang sedikit terganggu setelah beberapa kali dibekap cedera.
“Saya sempat frustrasi karena cedera. Di sisi lain, Danny Welbeck memang pemain yang brilian dan dia membayar kepercayaan dari pelatih,” tutur striker yang musim lalu mengemas 20 gol tersebut.
Seiring tidak dibawanya Dimitar Berbatov, Chicharito mungkin akan ditandemkan dengan Rooney sebagaimana kolaborasi sukses mereka saat mengejar ketinggalan 0-3 menjadi 3-3 saat menghadapi Chelsea, 5 Februari lalu. Dari daftar 22 pemain, juga terdapat Nani dan Phil Jones yang dikabarkan pulih dari cedera masing-masing. Tom Cleverley juga berpotensi menjalani laga debut sejak Oktober tahun lalu setelah berada di bench saat United menang 2-1 atas Liverpool, 12 Februari lalu. Sementara itu, persiapan Ajax menghadapi United cukup bagus. Kemenangan 2-0 atas NAC Breda di Eredivisie akhir pekan lalu mengembalikan kepercayaan diri tim asuhan Frank de Boer tersebut setelah gagal melakukannya di empat laga sebelumnya.
Satu-satunya pilar yang absen dari tuan rumah adalah bek kanan Timnas Belanda, Gregory Van der Weil karena cedera pangkal paha. Tapi, gelandang Theo Janssen telah pulih dari cedera yang sama.
Manfaatkan Aura Positif
Sementara itu, kondisi positif menghampiri City jelang laga leg pertama mereka di babak 32 Besar Europa League. Mereka datang ke Estadio de Dragao, kandang FC Porto, dengan kabar kembalinya beberapa pemain yang sempat meninggalkan tim. Dalam daftar tersebut, ada nama striker Argentina, Carlos Tevez.
Selain Tevez, dua pemain bersaudara asal Pantai gading Kolo dan Yaya Toure juga segera bergabung. Mereka meninggalkan tim untuk membela negaranya di Piala Afrika. Aura positif tersebut menjadi modal berharga untuk mencuri kemenangan dari Porto dinihari nanti.
Tevez sudah kembali ke Manchester pada Selasa, 14 Februari malam. Sejak beberapa bulan terakhir, Tevez memang menghabiskan waktu di tanah kelahirannya setelah dibekukan dari skuad oleh manajer City Roberto Mancini. Kini, Tevez mengaku siap memperjuangkan nasibnya lagi di skuad The Citizens.
Beberapa waktu lalu, Mancini mengaku siap memberi kesempatan lagi kepada Tevez. Namun, menyusul komentar terakhir sang striker, kini masa depannya justru semakun suram. Kembalinya dia ke City tak lantas menjamin bakal mendapat kesempatan bermain lagi di skuad Mancini.
Beberapa hari lalu, Tevez memang membuat pernyataan mengejutkan dengan mengaku diperlakukan seperti seekor anjing oleh Mancini. Sang manajer belum berkomentar mengenai hal itu. Pasalnya, City sibuk mempersiapkan tim menjelang laga melawan FC Porto.
Tevez sendiri dijadwalkan menjalani tes medis demi mengetahui kondisi kebugarannya. Kondisi fisik Tevez memang diragukan karena sudah lebih dari tiga bulan dia tak bermain, setelah insiden menolak dimainkan saat mengadapi Bayern Muenchen di Liga Champions.
Apa pun yang terjadi, para pemain City sendiri mengaku senang dengan kembalinya Tevez ke skuad. Beragam sambutan dilantunkan para penggawa The Citizens, termasuk Joleon Lescott melalui akun twitter-nya. Selain menyambut Tevez, Lescott juga girang dengan kembalinya Kolo Toure dan Yaya Toure.
“Semua pemain sangat antusias menyambut kembalinya Carlos, Kolo, dan Yaya demi mewujudkan ambisi tim,” ujar Lescott.
Sayang, sambutan dari Lescott tak lantas membuat Tevez pede bakal mendapat kesempatan lagi di skuad asuhan Mancini. “Saya senang ketika Mancini bilang dia akan menyambut saya kembali. Tapi dia juga pernah bilang tak akan memainkan saya lagi. Jadi saya tak tahu,” beber Tevez.
Tevez juga mengklaim dirinya tak memerlukan latihan ekstra bersama City untuk mengembalikan kebugarannya. Sebab, dia tetap menjalani latihan sendiri meski sudah tak bermain sejak tiga bulan terakhir.
“Saya tetap berlatih sendiri, dan saya bisa kembali bermain dalam dua pekan. City tak perlu membantu dengan memberikan latihan ekstra dua kali sehari, saya bisa melakukannya sendiri. Saya kembali atas alasan personal. Untuk melihat bagaimana situasi saya di sini. Saya siap bermain lagi, mencetak gol dan berusaha mengembalikan kepercayaan suporter. Saya tahu ini akan sulit, tapi saya siap menerima tantangan,” lanjut eks penyerang Manchester United itu.
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
No comments:
Post a Comment